Selasa, 01 Mei 2012

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel

Ini adalah contoh unsur intrinsik dan ekstrinsik novel, sekaligus sebagai tugas Bahasa Indonesia yang dikaih sama guru gue tempo hari. Semoga  bermanfaat. u,u

Canting Cantiq

Pengarang : Dyan Nuranindya
Penerbit     : Jakarta: PT Gramedia Pustaka
                   Utama

Melanie Adiwidjoyo seorang gadis cantik berkehidupan sempurna yang biasa di panggil Mel ini, mempunyai cita-cita menjadi model Internasional. Ia mempunyai fasion taste yang tinggi. Hobinya adalah mengomentari style seseorang yang menurutnya tidak enak dipandang oleh mata indahnya. Penyakitnya adalah Insomnia.
Mel adalah gadis sombong dan manja yang hidup bersama ayahnya, Aryo Adiwijoyo. Ia adalah pengusaha ternama di Jakarta. Karena ada masalah, perusahaan ayahnya bangkut dan impian Mel hancur lah sudah. Demi memperbaiki perusahaannya, Ayah Mel terpaksa mengirim Mel ke Jogja untuk tinggal bersama eyangnya, Eyang Santoso.
Siapa sangka kalau di Jogja, Eyang Santoso nggak tinggal sendiri. Ia tinggal dengan cucu-cucu angkatnya yang punya penampilan aneh-aneh. Ada Dara, Dido, Aiko, Saka, Ipank, Jhony, dan Bima.
     Dara adalah  cewek tomboy dengan rambut highlight pink yang sangat sibuk dengan rutinitasnya sebagai penyiar radio. Dido adalah b
     Aiko adalah cewek berwajah oriental yang doyan banget pake minyak telon karena badannya sangat kurus. Hobinya memakai baju kardingan yang kebesaran. Jadi, kalau dia pakai baju yang minim dia pasti langsung masuk angin. Lalu Ipang adalah cowok yang emosian. Dia adalah mahasiswa pentolan senat yang hobinya naik-turun gunung, Dia naksir berat pada Aiko dan tak pernah berani mengutarakan isi hatinya. Kebiasaan buruka adalah naik pohon mangga di atas jam dua belas malam karena dia mempunyai penyakit yang sama seperti Mel, insomnia.
     Jhony adalah cowok yang punya rambut kribo yang punya kebiasaan mewek kalau sedang nonton sineteron. Dia setia banget dengan motor vespa warna pinknya, dan dia nggak pernah memakai baju yang matching, maklum lah dia kan buta warna. Bahkan dia ngotot bahwa vespanya itu warna oranye ngejreng. Dia itu SKSD (sok kenal sok deket) banget sama orang yang baru dikenalnya. Dia termasuk cowok yang terkenal karena rambutnya yang freak itu. Lalu Saka adalah cowok berpenampilan tradisional yang hobinya memainkan wayang. Dia punya cita-citamenjadi anak band.
      Yang terakhir Bima, dia adalah cucu pertama J.B Montaimana yang memiliki perusahaan besar yaitu Montaimana Group. dia tinggal di Jogja karena ada semacam tes yang diberikan orang tuanya dan hanya bisa di lakukan di Jogja. Di Jogjya bima harus memulai semuanya dari nol tanpa membawa nama besar keluarganya. Tidak ada yang tahu bahwa Bima adalah pewaris dari Montaimana Group. mereka hanya tahu bahwa Bima adalah pelayan di Kafe Soda yang ternyata Kafe itu adalah miliknya sendiri. Dia adalah lelaki paling normal yang ada di rumahnya Eyang. Dan dia juga satu-satunya cowok yang bisa menjatuhkan hati seorang Melanie Adiwijoyo.
     Mereka semua sudah dianggap sebagai cucu oleh Eyang Santoso. Rumah Eyang Santoso menjadi tempat kos-kosan bagi anak yang kreatif dan inovatif seperti mereka. Rumah eyang santoso terletak di Jl. Solidaritas nomor 124, yang di singkat jadi SODA124 dibaca SODARA. Mereka disebut sebagai anak-anak Soda.
     Disana Mel juga bertemu dengan desainer kebaya bernama Aryati Sastra yang getol mengajarinya menjahit. Aryati sastra berhasil mengubah pendapat Mel bahwa ia punya bakat sebagai fasion designer bukan hanya sebagai model Internasional. Kebiasaan fasion police Mel yang mendukung pendapat Mel bahawa ia bercita-cita sebagai model Internasional. Teryata tidak, itu hanya dari sudut padang Mel saja. Ia tak pernah berfikir akan menjadi fasion designer, karena itu membutuhkan kesabaran dan ketelitian yang tinggi.
     Mel merasa Batik dan Kebaya adalah pakaian yang kuno. Fasion designer adalah pekerjaan yang sulit dan hanya membuang-buang waktu. Tapi pikiran itu sudah Mel buang jauh-jauh saat Mel sudah mengetahui iner beauty dari batik dan kebaya. Dan fasion designer memang pekerjaan yang penuh kesabaran dan ketelitian, tapi kalau dia mengerjakannya dengan hati yang ikhlas semuanya akan terasa mudah.
     Saat Mel tau dia akan tinggal bersama anak-anak Soda yang aneh-aneh, Mel merasa tidak akan kuat tinggal di Jojga. Tapi ternyata keanehan mereka membuat Mel belajar sesuatu yang sangat pening yaitu “Tidak peduli seberapa anehnya seseorang, tidak peduli seberapa kunonya seseorang, saat orang itu bersama kita, kita akan tau seberapa baiknya orang tersebut. Karena kepribadian seseorang tidak bisa dilihat dari penampilannya.”

Unsur Intrinsik-nya

1.Tema: Orang-orang tidak bisa melihat kepribadian seseorang dari peampilannya.

2. Penokohan:
Melanie Adiwijoyo                      : Sombong, baik, suka mengomentari penampilan orang, mudah putus asa, pekerja keras, sulit untuk menerima kenyataan.

Aryo Adiwijoyo (ayah Melanie)  : Penyayang, adil, bijaksana, dermawan, dan baik    hati, tabah, bertanggung jawab.

Eyang Santoso                            : Penyayang, adil, bijaksana, dermawan, dan baik hati.

Bima                                           : Baik, murah senyum, tampan, cool, misterius, kayaraya tapi menyamar sebagai pelayan kafe.

Dido                                           : Baik, Kreatif (ternyata seorang DJ)Cowok berkacamata tebal dengan rambut jigrak kayak     Fido Dido yang punya hobi aneh yaitu menumpuk uang logam lalu menjatuhkannya setelah itu langsung komat-kamit.

Saka                                           : Kalem, murah senyum. berpenampilan tradisional yang hobinya memainkan wayang. Dia punya cita-citamenjadi anak band.

Jhony                                         : Cowok rambut keribo, Baik, pintar bergaul, SKSD (sok kenal sok deket), norak,  cengeng.

Ipank                                         : Emosional, misterius, cool, kreatif. mahasiswa pentolan senat yang hobinya naik turun gunung.

Dara                                           : Pengertian, Sangat terobsesi pada gadis kota. Cewek tomboy dengan rambut highlight pink yang sangat sibuk dengan rutinitasnya sebagai penyiar radio

Aiko                                           : Pendiam. Pintar menjaga rahasia. Cewek berwajah oriental yang doyan banget pake minyak telon karena badannya sangat kurus.

Marco                                         : Baik, pintar, tidak setia.

Alexa                                          : Sombong.

Karin                                          : Sombong, iri hati, suka mempermainkan orang, haus akan kekayaan.

Aryati Sastra                              : Kadang baik kadang galak, tapi bertanggung jawab dan sangat profsional.


3. Latar

Waktu:
Pagi, Siang, Sore, Malam

Tempat:
Rumah Eyang Santoso, Rumah Melanie, Kafe Soda, Mobil Bima,  Sanggar Aryati Sastra, Sekolah.

Suasana:
 Suka, Duka, Bahagia, Haru, Sedih, Gembira, Ramai, Menyebalkan.

4. Plot/alur
Maju

5. Sudut pandang
 Orang pertama, Orang ke 3 serba tahu

6. Gaya bahasa
Campuran ( umum,formal dan nonformal )


7. Amanat

 
Janganlah melihat sesuatu dari luarnya saja, tapi lihatlah juga dalamnya.
Unsurnsur Ekstrinsik

Latar Belakang Pengarang:

Dyan Nuranidya Merupakan penulis muda kelahiran Jakarta, 14 Desember 1985. Lebih sering mengagumi karya orang daripada karyanya sendiri. Bercita-cita sebagai dokter spesialis jiwa, namun malah lulus dari S1Manajemen ABFII Perbanas Jakarta. Penikmat segala jenis buku. Bahkan buku-buku yang sama sekali tidak dimengertinya. Lebih sering kalap kalau ke toko buku daripada ke toko baju. Fans berat film-film buatan Tim Burton yang terkesan dark dan aneh yang membuatnya ikutan ngefans dengan aktor Johnny Depp.

Novel ini cocok dengan kepribadiannya dia sama dengan Melanie. Bedanya, kalau Dyan lebih suka ke toko buku daripada ke toko baju, kalau Melanie lebih suka fasion luar daripada fasion local.

Nilai Moral:                    -    Melanie mengomentari style seseorang yang menurutnya tidak enak dipandang oleh mata indahnya, tanpa memikirkan perasaan orang yang dikomentarinya.
-     Melanie lebih menghargai dan mencintai pakaian Indonesia setelah mempelajari lebih dalam pakaian itu sendiri.
-     Melanie selalu berfikiran negative  kepada apa yang ada di depan matanya, padahal dia belum tau pasti sesuatu itu sebenarnya apa.
-     Bima menghargai teman temannya dan sangat perhatian kepada mereka, walaupun status social mereka sangatlah berbeda.

Nilai Penidikan           :   Walaupun Melanie sangat terobsesi dengan fasion Melanie tetap focus dengan pendidikannya, sehingga menjadi peringkat ke-2 di sekolahnya. Itu pun belum cukup baginya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar